Jangan Kalah Sama DILAN !, Kamu Juga Bisa Luluhkan Hati Gebetanmu Dengan 5 Puisi Ini

Jangan Kalah Sama DILAN !, Kamu Juga Bisa Luluhkan Hati Gebetanmu Dengan 5 Puisi Ini
Jangan Kalah Sama DILAN !, Kamu Juga Bisa Luluhkan Hati Gebetanmu Dengan 5 Puisi Ini

Puisi Cinta Romantis – Sejak dari zaman dahulu, puisi memang dapat dikatakan sebagai salah satu cara terbaik untuk meluluhkan hati pasangan atau gebetan, rangkaian indah yang mengungkapkan isi hati kamu akan dapat membantu kamu memenangkan hati si dia. Saat ini, kekuatan dan popularitas puisi sendiri mulai kembali bangkit, sejak dirilisnya film bergenre romance dengan setting tahun sekolah Menengah Atas (SMA) yang kuat akan nilai sastra di dalamnya, “Dilan 1990”. Di film dan novel tersebut diungkap beberapa puisi indah nan romantis yang menunjukkan rasa cinta Dilan kepada Milea atau sebaliknya. Ternyata, selain puisi-puisi di novel dan film Dilan 1990, masih banyak puisi indah nan romantis yang dapat menenangkan hati gebetan kamu. Nah, kali ini Yuk Kita Sekolah akan berbagi 5 diantaranya. Berikut 5 deretan puisi indah nan romantis tersebut :

1.PUISI ( Karya Korrie Layun Rampan)

Jalan ini berdebu, kekasih
Terbentang di padang rasa
Enam belas matahari memanah dari enam belas ufuk
Siang pun garang sepanjang kulminasi

Bahak malam mengikut pelan langkah tertatih
Ketipak bulan putih
Di taman kekasih

Pengantinku
Antara kerikil dan pasir merah
Tersembunyi jejak-jejak yang singgah

2.Kesadaran ( Karya Armijn Pane)

Pada kepalaku sudah direka,
Mahkota bunga kekal belaka,
Aku sudah jadi merdeka,
Sudah mendapat bahagia baka.

Aku melayang kelangit bintang,
Dengan mata yang bercaya-caya,
Punah sudah apa melintang,
Apa yang dulu mengikat saya.

Mari kekasih, jangan ragu
Mencari jalan; aku mendahului,
Adinda kini
Mari, kekasih, turut daku
Terbang kesana, dengan melalui,
Hati sendiri

3.Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.

4.Cintaku Jauh di Pulau (Karya Chairil Anwar)

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

5.Taman Dunia (Karya Asrul Sani)

Kau masukkan aku ke dalam taman- dunia, kekasihku !
kaupimpin jariku, kautunjukkan bunga tertawa, kuntum tersenyum.
kau tundukkan huluku tegak, mencium wangi tersembunyi sepi.
Kau gemalaikan di pipiku rindu daun beldu melunak lemah.

Tercengang aku takjub, terdiam.
berbisik engkau:
“Taman swarga, taman swarga mutiara rupa”.
Engkaupun lenyap.
Termanggu aku gilakan rupa.

Bagaimana?, apakah sudah memilih satu puisi yang bakal kamu bacakan atau kirim ke gebetan kamu?. Ikuti terus artikel dan juga soal latihan dari Yuk Kita Sekolah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*